Taat kepada Kedua Orang Tua dan Menjalin Silaturrahim
Catatan pengajian malam selasa, senin 26 januari 2026
Masih dalam bab taat kepada Kedua Orang Tua dan Menjalin Silaturrahim
Hadits ke-8
Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, dari Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barang siapa ingin diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung silaturrahim.”
(HR. Bukhari dan Muslim – Muttafaq ‘Alaih)
Ini memerlukan ilmu. Sebagaimana pengajian kita terdahulu: bagaimana silaturrahim itu yang teratur, siapa yang lebih dahulu kita hubungi.
Sehebat apa pun amal ibadah kita kepada Allah, jika kita menyia-nyiakan silaturrahim, maka Allah tidak menerima ibadah kita.
Orang-orang yang haram dinikahi (mahram) inilah yang paling utama kita hubungi, dan wajib menjalin hubungan dengan mereka. Tidak cukup hanya berdoa kepada Allah jika apa yang diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya tidak kita laksanakan.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sebaik-baik kalian adalah yang panjang umurnya dan bagus amalnya.”
(HR. Tirmidzi)
Kalau berdoa, mintalah kepada Allah agar dipanjangkan umur dan dibaguskan ibadah.
Dan ibadah yang paling baik itu di antaranya adalah menjalin silaturrahim.
Perempuan yang sudah menikah tidak dituntut untuk keluar rumah tanpa izin dalam urusan silaturrahim, karena semua itu tergantung izin suaminya. Namun, bagi perempuan tetap ada pahala silaturrahim sesuai batas yang dibolehkan suami.
Yang lebih dituntut kuat dalam silaturrahim adalah laki-laki.
Maka seorang istri sangat dituntut untuk berwasiat kepada suaminya dalam kebenaran, misalnya:
“Apakah mama sudah ada beras?”
“Apakah ada uang untuk mama?”
Perempuan yang membolehkan suaminya melaksanakan silaturrahim, maka ia juga mendapat pahala.
Jika ingin memiliki suami yang dicintai oleh Allah dan Rasul-Nya, maka hendaklah sebagai istri mendukung suami untuk berbuat silaturrahim.
Dari Abu Ayyub Al-Anshari radhiyallahu ‘anhu, seorang laki-laki berkata:
“Wahai Rasulullah, kabarkan kepadaku amalan yang memasukkanku ke surga dan menjauhkanku dari neraka.”
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Engkau menyembah Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan menyambung silaturrahim.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Inilah tiga amalan agar bisa masuk surga.
Silaturrahim itu disebutkan setelah shalat dan zakat, menunjukkan betapa agung kedudukannya.
Maka kita tidak punya alasan untuk memutus silaturrahim hanya karena saudara kita tidak shalat.
Jika ingin masuk surga, maka evaluasilah shalat kita dari hari ke hari, dari tahun ke tahun.
Sering kali kita lebih pintar mengevaluasi ekonomi kita daripada mengevaluasi shalat kita.
Ini berlaku bagi laki-laki, perempuan, tua, dan muda.
Semakin bertambah ilmu kita, seharusnya semakin bagus pula shalat kita.
Ukuran keberhasilan seseorang dalam suluk bisa dilihat dari bagaimana shalatnya.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Apabila salah seorang di antara kalian berbuka puasa, hendaklah ia berbuka dengan kurma, karena itu berkah. Jika tidak ada, maka dengan air, karena ia suci dan menyucikan.”
(HR. Abu Dawud, Tirmidzi)
Dan Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sedekah kepada orang miskin mendapat satu pahala. Sedekah kepada keluarga mendapat dua pahala: pahala sedekah dan pahala silaturrahim.”
(HR. Tirmidzi)
“Aku memiliki seorang istri yang aku cintai, namun ayahku tidak menyukainya. Ayahku berkata: ‘Ceraikan istrimu.’
Aku tidak mau menceraikannya, lalu Abdullah bin Umar melaporkan hal itu kepada Rasulullah ﷺ.
Maka Rasulullah ﷺ bersabda:”
“Ceraikan dia.”
(HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)
Maka ibnu umar pun menceraikan istrinya karena perintah ayahnya dan Rasulullah ﷺ.
Dari Abu Darda’ radhiyallahu ‘anhu, ada seorang laki-laki berkata:
“Aku punya istri, dan ibuku ingin aku menceraikannya.”
Abu Darda’ berkata:
“Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:
‘Orang tua adalah pintu surga yang paling tengah. Jika engkau mau, jagalah pintu itu; jika engkau mau, sia-siakanlah ia.’”
(HR. Tirmidzi)
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Paman dari pihak ibu berkedudukan seperti ibu.”
(HR. Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad)
Adik ibu, kakak ibu, menempati kedudukan ibu.
Maka kita dituntut berbakti kepada mereka setelah ibu dan bapak kita tidak ada.
Mohon maaf atas segala bentuk ketidaksempurnaan dalam merangkai kata dan menyampaikan isi dari catatan ini. Mudah-mudahan ada manfaatnya.
Baca juga:
Tiga Hal Mengerikan yang Telah Dilewati oleh Orang yang Wafat
6 PERKARA YANG DAPAT MENGGEROGOTI AMAL KEBAIKAN
Kumpulan Kalam Habib Umar bin Hafidz
Pesan Habib Umar bin Hafidz di Haul Solo - Podcast Deddy Corbuzier
Melatih Anak agar Berpikir Cerdas
Ijazah Dzikir Yang Menyamai 72.000 Kali Bacaan Tahlil
Jangan Menjadi Pendendam, Maafkan Orang Yang Meminta Maaf Padamu
Etika-etika dalam berbicara yang harus diperhatikan
Membedah Kitab terbaru Kiai Imad - Ust. Ismael Al Kholilie
Niat Nikah dan Anjuran menikah dan berketurunan
Sejarah uang kertas ternyata cukup panjang
