Penuntut ilmu tidak disunnahkan mengingat kematian
Penuntut ilmu tidak disunnahkan terlalu intens mengingat kematian

Menarik sekali apa yang disampaikan Imam Ali as-Syabramallisi di sini. Beliau menyebutkan bahwa penuntut ilmu tidak disunnahkan terlalu intens mengingat kematian, karena dikhawatirkan akan memutus semangat dan optimismenya. Jika seorang pelajar terlalu sibuk membayangkan liang lahat, dikhawatirkan ia akan merasa,"untuk apa saya pusing-pusing membedah teori rumit ini jika besok saya matii?, lebih baik saya fokus shalat dan puasa saja". Dalam menuntut ilmu, kita butuh napas panjang dan visi masa depan. Bayangkan, jika perkara akhirat (mengingat mati) saja bisa "dikesampingkan" demi menjaga stabilitas mental penuntut ilmu, apalagi gangguan-gangguan duniawi yang tidak ada manfaatnya sama sekali ?! .
[حاشية الترمسي على المنهج القويم، ٤\٤٨٨]
Baca juga :
Sebelum Tesis Kiai Imad menyerang - Ust. Ismael Al Kholilie
Ketika Orang Afrika masuk Islam hanya karena memandang Habib Umar
Jangan Menjadi Pendendam, Maafkan Orang Yang Meminta Maaf Padamu
Ijazah Dzikir Yang Menyamai 72.000 Kali Bacaan Tahlil
Tiga Hal Mengerikan yang Telah Dilewati oleh Orang yang Wafat
6 PERKARA YANG DAPAT MENGGEROGOTI AMAL KEBAIKAN
Kumpulan Kalam Habib Umar bin Hafidz
Pesan Habib Umar bin Hafidz di Haul Solo - Podcast Deddy Corbuzier
Melatih Anak agar Berpikir Cerdas
Ijazah Dzikir Yang Menyamai 72.000 Kali Bacaan Tahlil
Jangan Menjadi Pendendam, Maafkan Orang Yang Meminta Maaf Padamu
Etika-etika dalam berbicara yang harus diperhatikan
Membedah Kitab terbaru Kiai Imad - Ust. Ismael Al Kholilie
Niat Nikah dan Anjuran menikah dan berketurunan
Sejarah uang kertas ternyata cukup panjang
Subscribe Channel Resmi Majelis Ta'lim Nurul Muhibbin Barabai - Balangan
Follow Instagram :
@232nmtv @alwafa_id @habibomarcom @majelis_almuwasholah @ismaelalkholilie @ibrahim.alkhalilie