WAHABI TERLALU MUDAH MENYESATKAN, TAPI LUPA BERCERMIN

WAHABI TERLALU MUDAH MENYESATKAN, TAPI LUPA BERCERMIN

Ironis. Kelompok yang paling sering mengaku kembali kepada Al-Qur'an dan Sunnah justru sering menjadi kelompok yang paling mudah melabeli sesama muslim dengan cap bid'ah, sesat, bahkan syirik hanya karena perbedaan ijtihad yang telah dibahas ulama selama ratusan tahun.

Tahlil dianggap bid'ah. Maulid dianggap bid'ah. Bedug dianggap bid'ah. Tawassul dipermasalahkan. Ziarah kubur dicurigai. Tradisi yang telah hidup di tengah umat selama berabad-abad seolah-olah baru diketahui kesalahannya setelah munculnya dakwah Wahabi.

Yang menjadi pertanyaan, apakah selama lebih dari seribu tahun para ulama empat mazhab tidak memahami agama?

Lebih aneh lagi, dalam beberapa persoalan justru muncul pendapat-pendapat yang membuat masyarakat bingung dan menuai kontroversi.

Ketika pendapat itu dikritik, mereka berlindung di balik slogan, "Ini hanya masalah khilafiyah." Tetapi ketika amalan mayoritas umat berbeda dengan mereka, langsung diberi cap bid'ah.

Padahal para imam mazhab mengajarkan adab dalam ikhtilaf. Imam Syafi'i pernah berkata bahwa pendapatnya benar tetapi mungkin salah, sedangkan pendapat orang lain salah tetapi mungkin benar.

Sikap tawaduk seperti inilah yang semakin jarang terlihat dalam sebagian polemik dakwah yang gemar menghakimi.

Umat Islam membutuhkan dakwah yang menumbuhkan ilmu, akhlak, dan persaudaraan; bukan dakwah yang sibuk mencari kesalahan amalan orang lain hingga melupakan pentingnya menjaga ukhuwah.

Perbedaan pendapat adalah bagian dari khazanah Islam. Yang tidak boleh adalah menjadikan perbedaan sebagai alasan untuk merendahkan, memvonis, atau memecah belah kaum muslimin.

Baca juga :

Catatan Pengajian Majelis Ta'lim Nurul Muhibbin Balangan Malam Rabu, 14 April 2026


Sebelum Tesis Kiai Imad menyerang - Ust. Ismael Al Kholilie


Ketika Orang Afrika masuk Islam hanya karena memandang Habib Umar


Jangan Menjadi Pendendam, Maafkan Orang Yang Meminta Maaf Padamu


Ijazah Dzikir Yang Menyamai 72.000 Kali Bacaan Tahlil


Tiga Hal Mengerikan yang Telah Dilewati oleh Orang yang Wafat


6 PERKARA YANG DAPAT MENGGEROGOTI AMAL KEBAIKAN


Kumpulan Kalam Habib Umar bin Hafidz


Pesan Habib Umar bin Hafidz di Haul Solo - Podcast Deddy Corbuzier


Melatih Anak agar Berpikir Cerdas


Ijazah Dzikir Yang Menyamai 72.000 Kali Bacaan Tahlil


Jangan terlalu mudah menilai seseorang (Belajar dari Kisah Syaikh Buthi dan Syaikh Musthafa As-siba'i)


Keutamaan Sholawat


Jangan Menjadi Pendendam, Maafkan Orang Yang Meminta Maaf Padamu


Etika-etika dalam berbicara yang harus diperhatikan


Membedah Kitab terbaru Kiai Imad - Ust. Ismael Al Kholilie


Tingkatan Dunia


Niat Nikah dan Anjuran menikah dan berketurunan


Sejarah uang kertas ternyata cukup panjang

Subscribe Channel YouTube Resmi Majelis Ta'lim Nurul Muhibbin Barabai - Balangan

Follow Instagram :

@232nmtv @alwafa_id @habibomarcom @majelis_almuwasholah @ismaelalkholilie @ibrahim.alkhalilie

Postingan Berikutnya Postingan Sebelumnya
Tidak ada Komentar
Tambahkan Komentar
comment url
Lihat koleksi produk kami di Shopee.
Lihat Produk