Catatan Pengajian Majelis Ta'lim Nurul Muhibbin Barabai Malam Selasa, 13 Juli 2026

Catatan Pengajian Majelis Ta'lim Nurul Muhibbin Barabai Malam Selasa, 13 Juli 2026

K.H. Muhammad Bakhiet - Postingan Instagram

Bab yang ke 52 dari kitab Riyadussholihin tentang keutamaan Raja'(Mengharap Allah SWT).

Dalam setiap doa yang kita lantunkan itu di dalamnya pasti ada mengandung harap, kalau doa tanpa mengandung harap maka itu kosong, intinya adalah Raja'.

Dalam setiap doa yang kita lantunkan itu, mesti ada isinya harapan Allah mengabulkan doa kita. Jadi Raja' ini adalah merupakan maqam/jalan yang mesti ditempuh seorang Salikin.

Orang yang menjalani jalan menuju surga mesti melalui jalan yang namanya Khauf (takut kepada Allah), dilanjutkan dengan maqom Raja' (mengharapkan anugerah Allah SWT).

Dalam setiap hari kita mesti ada Raja' kepada Allah, khususnya disaat kita mengucapkan kalimat:

اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ صِرَٰطَ ٱلَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ ٱلْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا ٱلضَّآلِّينَ

Itu adalah ungkapan doa yang mestinya di dalamnya itu ada harapan diijabah oleh Allah SWT. Inti dari

(اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ )

adalah Raja' (harap kepada Allah). Demikian pula Khauf (Takut kepada Allah) disaat kita membaca:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ، وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ

Disitu intinya adalah khauf/takutan daripada azab kubur, takut daripada neraka, fitnah kehidupan, fitnah kematian, lalu minta perlindungan kepada Allah.

Jadi intinya adalah Khauf(takutkepada Allah).

Jadi, mesti ada Raja'/harapan yang mengisi hati kita, yang harapan itu kita tujukan kepada Allah disaat kita mengucapkan kalimat-kalimat yang memang isinya harus ada harapan.

Raja' itu menghiasi doa kita kepada Allah, saat kita berdoa itu yang kita ucapkan adalah doa, dan Raja'(harap kepada Allah) itu letaknya di dalam hati.

Mengharap itu terbagi 2 yaitu:

1.Mengharapkan sesuatu yang tidak mampu kecuali Allah, maka harapan itu tidak boleh kepada selain Allah. Kalau kita mengharapkan sesuatu yang tidak bisa selain Allah lalu kita harapkan itu lebih daripada haram bahkan bisa mengarah kepada kakufuran.

Contohnya seperti kesembuhan, yang bisa menyembuhkan itu hanya Allah, selain Allah tidak bisa menyembuhkan.

Boleh saja kita berharap semoga dokter mau mengobati kita, tapi berharap sembuh itu hanya kepada Allah, jangan berharap kesembuhan itu kepada selain Allah. Apabila kita berharap yang menyembuhkan itu selain Allah, maka itu bisa mengarah kepada kekafiran.

Contoh lainnya, misalnya kita boleh berharap Guru kita mau mengajari kita, mau mendidik kita, asal jangan berharap beliau bisa memberi hidayah, karena yang bisa memberi hidayah itu hanya Allah. Jadi hati-hati dalam hal mengharap ini.

2.Mengharap yang dibolehkan, contohnya seperti tadi mengharap semoga dokter mau mengobati kita, mengharap semoga guru kita mau mengajari kita, ini mengharap yang dibolehkan.

Setiap kita berdoa isi'i dengan harap (Raja'), setiap kita mengucap Aamiin isi'i dengan harap, harapan bahwa yang dibaca itu dikabulkan oleh Allah SWT.

Senakal apapun kita, sejahat apapun kita, kalau kita taubat maka Allah sangat gembira Allah, Allah sangat senang.

Allah sangat senang dengan taubatnya seorang hamba.

Kalau kita salah, seberat apapun kesalahan kita, lalu kita taubat maka Allah senang. Senangnya Allah itu maksudnya dapat kasih sayang Allah.

Di waktu kita minta ampun kepada Allah, maka diampuni oleh Allah asalkan disitu ada harap kepada Allah.

Baca juga : Ketika anak yatim Alm. Kak Fakhrillah bermimpi bertemu Rasulullah SAW

Subscribe Channel YouTube Resmi Majelis Ta'lim Nurul Muhibbin Barabai - Balangan

Follow Instagram :

@232nmtv @alwafa_id @habibomarcom @majelis_almuwasholah @ismaelalkholilie @ibrahim.alkhalilie

Postingan Berikutnya Postingan Sebelumnya
Tidak ada Komentar
Tambahkan Komentar
comment url
Lihat koleksi produk kami di Shopee.
Lihat Produk