Catatan Pengajian Malam Rabu, Selasa 13 Januari 2026
Rasulullah ﷺ bersabda dalam hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim:
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ:
مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ، وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ، فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ
Artinya:
“Barang siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung silaturrahim.”
Kata أَحَبَّ (ahabba) lebih kuat maknanya daripada أَرَادَ (arada). Ahabba berarti mengingini sampai kepada mencintai.
Siapa yang mencintai dan mengingini dibukakan pintu rezekinya, apa yang diingini ada jalannya (inilah maksud dari lancarnya rezeki), serta dipanjangkan umurnya, maka hendaklah dia menyambung keluarganya.
Siapa yang ingin rezekinya tidak macet dan ingin umur panjang, maka amalkan silaturrahim. Masalah silaturrahim ini pembahasannya panjang. Silaturrahim hukumnya diwajibkan oleh Allah. Bagaimana pun ibadah seseorang, tetapi jika tidak melaksanakan silaturrahim, maka gugur semua amalnya.
Orang alim yang tidak melakukan silaturrahim, maka dia akan dimasukkan oleh Allah ke dalam golongan orang-orang yang disiksa oleh Allah.
Tartib (Tingkatan) Silaturrahim
Apabila ingin menyambung silaturrahim, maka ada beberapa tartib. Silaturrahim ini adalah hal yang diwajibkan oleh Allah, dan di antaranya beberapa tartib silaturrahim adalah:
1. Hubungan anak dengan ibu bapaknya
Ini adalah hukum yang paling tinggi.
Ibu dan bapak harus berbuat baik kepada anak, dan sebaliknya anak pun harus berbuat baik kepada kedua ibu bapaknya.
2. Orang yang haram dinikahi oleh kita
Seperti saudara atau saudari kita, paman, dan sepupu.
Maka pelajarilah tentang silaturrahim, dan datangi guru-guru kita, karena ini adalah kunci suksesnya seseorang. Jadi sesiapa yang ingin diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah dengan menjalin silaturrahim.
Rasulullah ﷺ bersabda:
Artinya:
“Manusia yang baik adalah orang yang panjang umurnya dan baik amalnya.”
Rasulullah SAW bersabda:
Barang siapa ada atasnya hutang, bila ada atas engkau seumpama Gunung Shabir itu hutang, artinya punya banyak hutang, maka Allah melunasi itu. Bacalah:
Artinya:
“Ya Allah, cukupkanlah aku dengan yang halal dari-Mu sehingga aku terhindar dari yang haram, dan kayakanlah aku dengan karunia-Mu dari selain-Mu.”
Doa ini dibaca kapan saja, dan carilah waktu-waktu mustajab untuk mengamalkannya.
Ini adalah amalan untuk orang-orang yang punya banyak hutang.
Ini adalah ajaran langsung dari Rasulullah SAW.
Doa Masyhur (Doa Nabi Adam ‘Alaihissalam)
اللَّهُمَّ إِنَّكَ تَعْلَمُ سِرِّي وَعَلَانِيَتِي فَاقْبَلْ مَعْذِرَتِي، وَتَعْلَمُ حَاجَتِي فَأَعْطِنِي سُؤْلِي، وَتَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِي فَاغْفِرْ لِي ذَنْبِي. اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ إِيمَانًا يُبَاشِرُ قَلْبِي، وَيَقِينًا صَادِقًا حَتَّى أَعْلَمَ أَنَّهُ لَا يُصِيبُنِي إِلَّا مَا كَتَبْتَ لِي، وَرِضًا بِمَا قَسَمْتَ لِيArtinya:
“Ya Allah, sesungguhnya Engkau mengetahui rahasiaku dan yang tampak dariku, maka terimalah alasanku. Engkau mengetahui kebutuhanku, maka berilah aku apa yang aku minta. Engkau mengetahui apa yang ada dalam diriku, maka ampunilah dosaku.
Ya Allah, aku memohon kepada-Mu iman yang meresap ke dalam hatiku, dan keyakinan yang benar, hingga aku mengetahui bahwa tidak akan menimpaku sesuatu kecuali apa yang telah Engkau tetapkan untukku, dan aku ridha terhadap apa yang Engkau tetapkan bagiku.”
Kalau iman terpisah dari diri kita, maka kita bisa melakukan hal-hal yang tidak baik.
Tidak akan ada yang menimpa sesuatu atas diri kita kecuali hal itu sudah ditentukan oleh Allah.
Keutamaan Doa Ini
Allah berwahyu kepada Nabi Adam ‘alaihis salam:
Tidak berdoa seseorang dengan doa ini, melainkan Aku ampuni dosanya, Aku cukupi kerisauan dirinya, Aku jauhkan setan darinya, Aku perdagangkan dia di setiap pedagang, dan dia memiliki saham di setiap pedagang.
Dan dunia akan menghadap kepadanya sekalipun dia tidak menghendakinya.
Bila engkau mengamalkan amalan seperti tadi walaupun sekali sehari, melaksanakan silaturrahim sudah, mengamalkan doa sudah, tetapi belum nampak hasilnya, dan ini bisa terjadi, maka jangan sampai ragu hati kita kepada Allah dan Rasul, jangan ragu terhadap amalan yang telah diamalkan.
Karena keraguan yang demikian adalah bukti bahwa hati itu gelap.
Allah terkadang memberi kita yang lebih baik daripada apa yang kita minta, namun kita tidak menyadarinya.
Pemberian Allah yang luar biasa adalah ketika kita bisa mengamalkan suatu amalan dan istiqamah dalam ibadah. Ini juga termasuk pemberian Allah yang sangat besar dan sangat baik.
Nasihat Imam Ahmad Ibnu ‘Athaillah As-Sakandari beliau mengatakan:
Janganlah hatimu ragu terhadap satu janji yang dijanjikan oleh Allah dan Rasul karena belum tampaknya janji itu.
Karena keraguan dapat memadamkan cahaya hati.
Beramallah engkau dengan satu amalan dan yakinlah bahwa Allah tidak pernah menyalahi janji-Nya.
Pasti Allah akan memberikan apa yang telah Dia janjikan.
Maka dalam beribadah kepada Allah dan berdoa kepada Allah, hendaklah kita melakukannya dengan yakin.
Beribadah kepada Allah itu sendiri lebih baik daripada balasan yang disediakan.
Mohon maaf atas segala bentuk ketidaksempurnaan dalam merangkai kata dan menyampaikan isi dari catatan ini. Mudah-mudahan ada manfaatnya🤲🏻.
Baca juga:
Tiga Hal Mengerikan yang Telah Dilewati oleh Orang yang Wafat
6 PERKARA YANG DAPAT MENGGEROGOTI AMAL KEBAIKAN
Kumpulan Kalam Habib Umar bin Hafidz
Pesan Habib Umar bin Hafidz di Haul Solo - Podcast Deddy Corbuzier
Melatih Anak agar Berpikir Cerdas
Ijazah Dzikir Yang Menyamai 72.000 Kali Bacaan Tahlil
Jangan Menjadi Pendendam, Maafkan Orang Yang Meminta Maaf Padamu
Etika-etika dalam berbicara yang harus diperhatikan
Membedah Kitab terbaru Kiai Imad - Ust. Ismael Al Kholilie
Niat Nikah dan Anjuran menikah dan berketurunan
Sejarah uang kertas ternyata cukup panjang
