Catatan Pengajian Majelis Ta'lim Nurul Muhibbin Balangan Malam Rabu, 12 Mei 2026
Catatan Pengajian Majelis Ta'lim Nurul Muhibbin Balangan Malam Rabu, 12 Mei 2026

*Catatan Pengajian Malam Rabu, Selasa 12 Mei 2026* Oleh Ayahanda KH Muhammad Bakhiet Rasulullah SAW bersabda:
الدُّنْيَا مَلْعُونَةٌ، مَلْعُونٌ مَا فِيهَا، إِلَّا ذِكْرَ اللَّهِ وَمَا وَالَاهُ، وَعَالِمًا أَوْ مُتَعَلِّمًا
“Dunia itu dilaknat, dilaknat pula apa yang ada di dalamnya, kecuali dzikir kepada Allah dan yang berkaitan dengannya, orang alim, dan orang yang belajar ilmu.”
(HR. Tirmidzi)
Bahwasanya dunia itu dilaknat, dilaknat pula sesuatu yang ada di dalam dunia. Kecuali yang tidak dilaknat ialah sesuatu yang digunakan untuk Allah.
Itulah yang selamat daripada laknat. Sesuatu yang bukan untuk Allah, maka dilaknat oleh Allah dan bisa membawa bencana ataupun musibah. Adapun dunia yang kita bawa untuk beribadah kepada Allah, maka itulah dunia yang terlepas dari laknat Allah.
Sabda Rasulullah SAW:
الدُّنْيَا مَلْعُونَةٌ، مَلْعُونٌ مَا فِيهَا
“Dunia itu dilaknat, dan dilaknat pula apa yang ada padanya.”
Baik itu manusia, hewan, maupun harta benda, semuanya masuk dalam kutukan Allah. Kecuali yang tidak dilaknat adalah orang yang berdzikir kepada Allah, orang yang berilmu agama, dan orang yang belajar ilmu agama. Mereka itulah yang terlepas daripada kutukan dan laknat tersebut.
Dunia yang kita tempati ini, rumah yang kita tinggali, kendaraan yang kita miliki, semuanya dilaknat, kecuali apabila semua itu digunakan untuk ibadah kepada Allah.
Penjelasan hadits Rasulullah SAW yang pertama tadi, apa yang dimaksud dengan dunia itu? Karena pengertian dunia bermacam-macam. Dunia adalah segala sesuatu sebelum kita mati. Apabila kita mati, maka kita berpindah ke akhirat.
Adapun pengertian laknat ialah dijauhkan daripada rahmat Allah dan menjadi tercela.
Kita memiliki kendaraan, membelinya dengan uang yang halal, namun apabila dipergunakan kepada selain Allah, maka tetap dilaknat oleh Allah. Sebab kendaraan ini bisa memperlambat hisab kita ketika di akhirat.
Yang tidak masuk dalam laknat di dunia ini adalah beribadah kepada Allah, seperti shalat. Pakaian yang dipakai untuk shalat, maka pakaian itu terlepas daripada laknat Allah.
Apa pun yang kita gunakan daripada dunia untuk Allah, maka terlepas daripada laknat Allah.
Berbakti kepada kedua orang tua dan menyambung silaturrahim juga terlepas daripada laknat Allah.
Sesuatu benda yang kita pakai untuk silaturrahim, maka benda itu terlepas daripada kutukan Allah. Harta yang digunakan untuk membina syiar Allah juga tidak masuk dalam laknat Allah. Inilah dunia yang digunakan untuk Allah, sehingga terlepas daripada laknat Allah.
Ada orang yang bertani, berdagang, dan berkebun dengan niat untuk memberangkatkan orang tua naik haji serta membantu ibadah lainnya, maka hal itu tidak termasuk sesuatu yang dilaknat oleh Allah.
Orang-orang yang memiliki ilmu agama lalu mengamalkan ilmunya, serta pelajar ilmu agama, mereka juga tidak termasuk orang yang dilaknat oleh Allah SWT.
Hadits Nabi menjelaskan bahwa dalam sehari semalam kita bisa berkumpul dengan orang-orang shalih, melaksanakan shalat berjamaah, lalu mendapat rahmat Allah. Namun terkadang dalam sehari itu juga ada perbuatan yang termasuk dilaknat oleh Allah.
Maksud laknat atau kutukan di sini ialah sesuatu yang menyusahkan kita di akhirat karena hisab daripada perbuatan tersebut.
Walaupun perbuatannya tidak diharamkan, tetapi sebab kita mengerjakannya, maka hisab kita bertambah.
Sebagus apa pun pakaian yang kita beli, apabila dipakai untuk shalat dan menuntut ilmu, maka pakaian itu terlepas daripada kutukan Allah.
Allah tidak menyukai orang yang melampaui batas.
Makan dengan niat agar kuat menuntut ilmu dan beribadah, maka itu tidak termasuk mal‘ūnah.
Hadits seperti ini masyhur dan sering kita dengar. Yang sulit ialah mencocokkan hadits ini dengan diri kita sendiri.
Apabila sesuatu itu bukan ibadah dan bukan pula wasilah ibadah, maka itulah dunia yang membuat kita susah di hadapan Allah, karena dunia tersebut termasuk mal‘ūnah.
Kendaraan yang digunakan untuk menuntut ilmu dan silaturrahim termasuk kendaraan yang dirahmati Allah.
Pakaian yang dipakai untuk ibadah kepada Allah juga termasuk pakaian yang dirahmati Allah.
Uang yang kita miliki hendaknya diniatkan untuk:
1. Nafkah
2. Membantu orang susah
Uang itu tergantung bagaimana kita mengelola dan menggunakannya. Apakah diniatkan untuk ibadah atau tidak. Apabila tidak diniatkan untuk ibadah, maka uang itu dilaknat oleh Allah.
Tugas seorang muslim agar selamat daripada kutukan Allah:
1. Beribadah kepada Allah
2. Menjadikan dunia sebagai penghubung ibadah
3. Menuntut ilmu
Ilmu yang dipelajari dan diajarkan, yang membuat kita terhindar daripada kutukan Allah, ialah ilmu tentang bagaimana shalat kita diterima. Ketika kita belajar ilmu tersebut, status kita adalah muta‘allim, dan saat itu kita terlepas daripada kutukan Allah.
Imam Ibnu ‘Athaillah berkata:
الْكَوْنُ كُلُّهُ ظُلْمَةٌ، وَإِنَّمَا أَنَارَهُ ظُهُورُ الْحَقِّ فِيهِ
“Alam semesta itu semuanya gelap. Yang meneranginya hanyalah tampaknya Allah pada alam itu.”
Dunia yang gelap dapat menjadi terang apabila kita beribadah kepada Allah.
Demikian pula harta benda yang ada pada kita. Semuanya dilaknat oleh Allah, kecuali apabila harta itu digunakan untuk ibadah kepada Allah, maka harta tersebut akan dirahmati Allah.
Barang siapa melihat alam semesta namun tidak dapat musyahadah kepada Allah dan tidak memiliki tujuan ibadah kepada Allah, maka ia terhalang daripada cahaya-cahaya kebaikan.
Jadi, kita sudah mengetahui bahwa tugas kita di dunia adalah beribadah. Kita mencari harta dengan cara yang diperbolehkan oleh Allah, lalu setelah mendapatkannya digunakan untuk ibadah. Maka harta tersebut tidak akan mendatangkan laknat Allah.
Rasulullah SAW bersabda dalam hadits shahih riwayat Imam Tirmidzi:
إِنَّمَا الدُّنْيَا لِأَرْبَعَةِ نَفَرٍ...
“Sesungguhnya dunia itu untuk empat golongan manusia"
1. Seseorang yang diberi Allah harta dan ilmu.
Ia bertakwa kepada Allah dengan hartanya. Harta tidak membuatnya angkuh dan tidak membuatnya bakhil. Bahkan harta itu menambah ketakwaannya kepada Allah, menyambung silaturrahim, dan ia mengetahui bahwa Allah memiliki hak dalam hartanya. Maka orang ini berada pada tempat yang paling afdhal.
2. Seseorang yang diberi Allah ilmu namun tidak memiliki harta.
Niatnya benar. Ia berkata, “Seandainya aku memiliki harta, niscaya aku akan membantu orang lain.” Maka Nabi SAW bersabda bahwa pahalanya sama seperti orang yang pertama.
3. Orang yang memiliki harta namun tidak memiliki ilmu yang cukup.
Hartanya banyak, tetapi tidak diberi Allah ilmu. Maka orang ini termasuk orang yang paling hina. Hartanya banyak, tetapi ilmunya tidak sebanding dengan hartanya.
4. Orang yang tidak memiliki ilmu dan tidak memiliki harta.
Maka ini lebih hina lagi, sebagaimana sabda Nabi SAW.
Doa yang diajarkan oleh Rasulullah Saw:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى
“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu petunjuk, ketakwaan, kehormatan diri, dan kecukupan.”
Mohon maaf atas segala bentuk ketidaksempurnaan dalam merangkai kata dan menyampaikan isi dari catatan ini. Mudah-mudahan ada manfaatnya.
✍@ibnathalib_
Baca juga :
Catatan Pengajian Majelis Ta'lim Nurul Muhibbin Balangan Malam Rabu, 14 April 2026
Sebelum Tesis Kiai Imad menyerang - Ust. Ismael Al Kholilie
Ketika Orang Afrika masuk Islam hanya karena memandang Habib Umar
Jangan Menjadi Pendendam, Maafkan Orang Yang Meminta Maaf Padamu
Ijazah Dzikir Yang Menyamai 72.000 Kali Bacaan Tahlil
Tiga Hal Mengerikan yang Telah Dilewati oleh Orang yang Wafat
6 PERKARA YANG DAPAT MENGGEROGOTI AMAL KEBAIKAN
Kumpulan Kalam Habib Umar bin Hafidz
Pesan Habib Umar bin Hafidz di Haul Solo - Podcast Deddy Corbuzier
Melatih Anak agar Berpikir Cerdas
Ijazah Dzikir Yang Menyamai 72.000 Kali Bacaan Tahlil
Jangan Menjadi Pendendam, Maafkan Orang Yang Meminta Maaf Padamu
Etika-etika dalam berbicara yang harus diperhatikan
Membedah Kitab terbaru Kiai Imad - Ust. Ismael Al Kholilie
Niat Nikah dan Anjuran menikah dan berketurunan
Sejarah uang kertas ternyata cukup panjang
Subscribe Channel YouTube Resmi Majelis Ta'lim Nurul Muhibbin Barabai - Balangan
Follow Instagram :
@232nmtv @alwafa_id @habibomarcom @majelis_almuwasholah @ismaelalkholilie @ibrahim.alkhalilie