Catatan Pengajian Majelis Ta'lim Nurul Muhibbin Balangan Malam Rabu, 19 Mei 2026
Catatan Pengajian Majelis Ta'lim Nurul Muhibbin Balangan Malam Rabu, 19 Mei 2026

Catatan Pengajian Malam Rabu, Selasa 19 Mei 2026
Oleh Ayahanda KH Muhammad Bakhiet
Allah berfirman:
وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِّنَ الْجِنِّ وَالْإِنسِ ۖ لَهُمْ قُلُوبٌ لَّا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَّا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لَّا يَسْمَعُونَ بِهَا ۚ أُولَٰئِكَ كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ
Artinya:
“Dan sungguh, akan Kami isi neraka Jahannam banyak dari kalangan jin dan manusia. Mereka memiliki hati tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami, memiliki mata tetapi tidak dipergunakannya untuk melihat, dan memiliki telinga tetapi tidak dipergunakannya untuk mendengar. Mereka itu seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.”
Para mufassir menjelaskan ayat ini dengan sangat dalam.
Ucapan “Jahannam” bukanlah ucapan yang ringan, karena Jahannam adalah tempat kemurkaan Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Jahannam berarti tempat yang sangat jauh ke dalam. Disebutkan, apabila seseorang dilemparkan ke dalamnya, mungkin ratusan tahun baru sampai ke dasarnya. Karena itu dinamakan Jahannam.
Jahannam adalah ibu kota neraka. Maka jangan sampai nama Jahannam dipermainkan dalam ucapan. Disebutkan bahwa kata “Jahannam” disebut dalam Al-Qur’an sebanyak 77 kali.
Setelah seseorang masuk ke dalam Jahannam, maka ia memasuki tempat yang semestinya baginya. Di dalamnya terdapat tingkatan-tingkatan neraka, seperti Hawiyah, Saqar, Sa’ir, dan lainnya. Hawiyah adalah tempat seseorang dijatuhkan ke dalamnya.
Karena itu jangan sampai memberi anak dengan nama seperti Hawiyah.
Neraka Saqar adalah tempat bagi orang-orang yang meninggalkan shalat. Ada pula Lazha, Sijjin, dan Sa’ir. Ini seperti provinsi-provinsi, sedangkan ibu kotanya adalah Jahannam.
Rasulullah ﷺ mengajarkan kepada kita agar berlindung kepada Allah dari api neraka. Setelah shalat Maghrib dan setelah Subuh sebelum berbicara dengan manusia, dianjurkan membaca:
اللَّهُمَّ أَجِرْنِي مِنَ النَّارِ
Dibaca sebanyak 7 kali, tidak dikurangi dan tidak dilebihkan. Dibaca dengan benar dan penuh perhatian, jangan sambil melakukan pekerjaan lain.
Apabila seseorang istiqomah mengamalkannya, maka itu menjadi sebab keselamatan nya dari api neraka.
Amal kita sebenarnya tidak pernah cukup dibandingkan nikmat yang Allah berikan kepada kita.
Orang yang merasa pasti masuk surga, dikhawatirkan justru berakhir di neraka. Tetapi orang yang takut apabila mati masuk neraka, maka rasa takut itu dapat membawanya menuju surga.
Allah berfirman bahwa banyak penghuni Jahannam berasal dari kalangan jin dan manusia. Siapakah mereka?
Mereka adalah orang-orang yang memiliki hati, tetapi tidak digunakan untuk memahami perkara yang wajib dipahami. Hatinya hanya digunakan untuk urusan dunia, bukan untuk urusan akhirat.
Ada orang yang berlomba-lomba mengejar jabatan, padahal jabatan itu bisa memberatkan urusan akhiratnya. Ini menunjukkan bahwa ia tidak mampu menggunakan dunia dengan benar.
Allah memberikan nikmat kepada kita, lalu kita diperintahkan membagikannya kepada sesama. Kita adalah khalifatullah, yang tugasnya menyalurkan pemberian Allah.
“Mereka memiliki hati tetapi tidak memahami dengannya.”
“Mereka memiliki mata tetapi tidak melihat dengannya.”
Mereka melihat orang susah, tetapi tidak tersentuh hatinya.
Kalau seseorang memiliki hati tetapi tidak memahami apa yang Allah larang, memiliki mata tetapi tidak melihat larangan Allah, dan memiliki telinga tetapi tidak mau mendengar larangan Allah, maka Allah mengumpamakannya seperti sapi, unta, dan kambing, bahkan lebih sesat daripada itu.
Imam Nawawi berkata:
“Amalkanlah ilmu walaupun hanya sekali, jangan sampai termasuk orang yang tidak mengamalkan ilmu.”
Karena itu, salah satu amaliyah yang diajarkan Nabi ﷺ agar selamat dari api neraka adalah membaca:
اللَّهُمَّ أَجِرْنِي مِنَ النَّارِ
Imam Ahmad Ibnu Athaillah as-Sakandari menjelaskan dalam kitab beliau bahwa di antara bukti Allah memiliki nama Al-Qahhar adalah Allah mendinding seseorang dengan sesuatu yang sebenarnya tidak bernilai, tetapi ia terlalu menjiwainya sehingga terhalang dari mengingat Allah.
Terkadang kita terlalu asyik dengan dunia, terlalu tenggelam dalam urusan dunia.
Allah mendinding kita dari mengingat-Nya dengan sesuatu yang sebenarnya fana dan tidak kekal.
Boleh berdagang, berbisnis, dan mencari dunia. Tetapi harus diingat bahwa semua itu hanyalah sarana untuk memudahkan ibadah dan menuju akhirat. Jangan sampai dunia menjadi dinding yang menghalangi kita dari Allah.
Dunia hanyalah perantara untuk mendapatkan akhirat. Jangan sampai ibadah kita terputus karena urusan dunia.
Karena itu, kita harus bersyukur kepada Allah karena dipilih menjadi penuntut ilmu. Dan kita juga harus meminta kepada Allah agar dimudahkan untuk mengamalkan ilmu tersebut.
والله أعلم بصواب
Mohon maaf atas segala bentuk ketidaksempurnaan dalam merangkai kata dan menyampaikan isi dari catatan ini. Mudah-mudahan ada manfaatnya.
✍@ibnathalib_
Baca juga :
Catatan Pengajian Majelis Ta'lim Nurul Muhibbin Balangan Malam Rabu, 12 Mei 2026
Sebelum Tesis Kiai Imad menyerang - Ust. Ismael Al Kholilie
Ketika Orang Afrika masuk Islam hanya karena memandang Habib Umar
Jangan Menjadi Pendendam, Maafkan Orang Yang Meminta Maaf Padamu
Ijazah Dzikir Yang Menyamai 72.000 Kali Bacaan Tahlil
Tiga Hal Mengerikan yang Telah Dilewati oleh Orang yang Wafat
6 PERKARA YANG DAPAT MENGGEROGOTI AMAL KEBAIKAN
Kumpulan Kalam Habib Umar bin Hafidz
Pesan Habib Umar bin Hafidz di Haul Solo - Podcast Deddy Corbuzier
Melatih Anak agar Berpikir Cerdas
Ijazah Dzikir Yang Menyamai 72.000 Kali Bacaan Tahlil
Jangan Menjadi Pendendam, Maafkan Orang Yang Meminta Maaf Padamu
Etika-etika dalam berbicara yang harus diperhatikan
Membedah Kitab terbaru Kiai Imad - Ust. Ismael Al Kholilie
Niat Nikah dan Anjuran menikah dan berketurunan
Sejarah uang kertas ternyata cukup panjang
Subscribe Channel YouTube Resmi Majelis Ta'lim Nurul Muhibbin Barabai - Balangan
Follow Instagram :
@232nmtv @alwafa_id @habibomarcom @majelis_almuwasholah @ismaelalkholilie @ibrahim.alkhalilie