Catatan Pengajian Majelis Ta'lim Nurul Muhibbin Balangan Malam Rabu, 2 Juni 2026

Al-Hamdulillah, berkumpul kembali kita pada malam hari ini (Malam Rabu, 2 Juni 2026)
bersama menyelami Samudra Ma'rifatullah & Hakikat di bawah bimbingan Syekh Murobbi kita, Abah Guru Kita K.H. Muhammad Bakhiet A.M.
Sedikit catatan yang berhasil saya tangkap (Bit-Taufikillah) pada malam hari ini :
Firman Allah SWT dalam Q.S. Al-Hajj, Ayat 18 ; "Apakah engkau tidak mengetahui (maksudnya, engkau harus tahu) bahwasanya Allah itu sujud bagi Dia (patuh/tunduk bagi Dia) orang-orang yang ada di langit maupun di bumi (diataranya para malaikat yang di langit, yang di bumi semuanya patuh/taat/sujud kepada Allah SWT.
Tidak ada satu pun malaikat yang tidak sujud/tidak patuh kepada Allah) dan matahari, bulan, bintang, gunung pepohonan, segala binatang semuanya itu tidak ada yang tidak patuh kepada Allah.
(Hari ini jam ini matahari timbul, jam ini tenggelam, setiap hari berbeda-beda, hari ini matahari tenggelam jam 6 lewat semenit, kina bulan depan jam 6 lewat 7 menit, tidak ada yang bisa mencegah ketentuan yang ditentukan Allah.
Kadada matahari kada hakun tinggalam, malam rami lagi bulan lalu kada hakun kada mau, semuaan patuh pada Allah, gunung sampai kapan dia tegak, pepohonan, binatang pun demikian) Dan banyak daripada manusia.
(Manusia pun banyak yang patuh/taat kepada Allah SWT) Dan banyak juga manusia itu yang tetap pada azab Allah.
(Manusia itu ada yang taat ada yang kada, semuaan patuh pada Allah kecuali manusia banyak yang baik banyak yang kada baik) Barang siapa yang Allah hinakan (Allah tetapkan sebagai penghuni azabNya) tidak ada yang bisa memuliakannya.
(Kalau orang itu dihinakan oleh Allah kada akan ada yang bisa ada yang memuliakan baik di dunia maupun di akhirat.
Orang yang dihinakan oleh Allah maka tidak akan ada yang bisa memuliakan) Allah berbuat sekehendakNya, Allah berbuat yang Dia kehendaki.
Allah menerangkan pada ayat tersebut bahwasannya makhluk itu terbagi dua:
Satu golongan yang taat kepada Allah SWT; seperti matahari, bulan, bintang, gunung, pohon, binatang-binatang dan banyak daripada manusia; taat kepada Allah itulah orang-orang yang beriman dan orang-orang yang takwa yang beruntung dunia akhirat
Sekelompok manusia yang kada taat kepada Allah, kada patuh lawan Tuhan, ujar Tuhan beiman lawan aku inya kada beiman, ujar Tuhan sembahyang inya kada sembahyang, ujar Tuhan measi lawan Aku inya kada measi; itu orang akan diazab oleh Allah.
Jangan dikira orang-orang yang kita lihat kesana-kemari naik kapal terbang, menginap di hotel berbintang kalau dia kafir kepada Allah dia akan diazab dengan azab yang disediakan, dan Allah hinakan dia, diulu-ulu oleh orang-orang ahli janah "oh ini yang bahari naik pesawat"
Tidak ada yang memuliakan dia, anak buah yang selama ini patuh kadada lagi kalau Allah sudah menghinakan, tidak ada lagi yang memuliakan dan menolong. Mereka itu orang-orang fasik dan orang-orang kafir
Kalau kita ringkas dari firman Allah tadi kita hanya berbicara masalah manusia bahwa Allah itu ada yang diciptakan Allah manusia itu ahli surga ada yang diciptakan Allah manusia itu ahli neraka.
Sudah ketetapan Allah demikian, ini semua kehendak Allah;
"Allah menciptakan manusia dibagiNya 2", kadada yang bisa mencegah kadada yang bisa memberi saran,
Tuhan itu berbuat sekehendakNya kada kawa diintervensi, kita hanya bisa memohon, tapi bisa kah memohon itu merubah? tidak bisa, Allah berbuat yang Dia kehendaki
Bermula manusia itu tidak tahu apa yang Allah kehendaki degannya, apakah kita ini ke kanan atau ke kiri kita kada tahu, apakah manusia itu ahli surga atau kada kada yang tahunya. Kaya apa kalau kita kada tahu ini?
Nabi kita bersabda;
كُلٌّ مُيَسَّرٌ لِمَا خُلِقَ لَهُ
Ujar Nabi: "Tiap-tiap orang dimudahkan baginya bagi sesuatu yang diciptakan dia bagi sesuatu itu"
Kalau dia diciptakan Allah untuk surga, maka dia dimudahkan jalan menuju surga. Kalau orang diciptakan Allah untuk neraka, dimudahkan dia jalan ke neraka itu
Ini titik terang, sebelum ini ada kita buta apakah ke surga atau kada. Gelap ketentuan Allah itu, maka sudah ditentukan oleh Allah, sudah diputuskan oleh Allah; ini Ahlu Jannah ini Ahlu Nar sudah ditentukan Allah sebelum kita muncul ke dunia. Gelap. Kada tahu kita. Setelah Nabi kita menyampaikan sebuah ungkapan
كُلٌّ مُيَسَّرٌ لِمَا خُلِقَ لَهُ
"Tiap-tiap orang dimudahkan bagi dia berbuat sesuatu yang dia diciptakan untuk sesuatu itu"
Kalau kita diciptakan untuk penghuni surga kita dimudahkan untuk itu, bangun subuh ringan, berwirid tahan. ...* Bila urusan kebaikan setumat lintuk, barti dia diciptakan untuk sesuatu yang dia dimudahkan untuk sesuatu itu
Apabila dia dicipta untuk surga dimudahkan bagi dia amalan ahli surga
Tapi apakah orang yang selama ini mereka berbuat baik apakah itu sudah aman? Belum, itu hanya tanda tapi jar Nabi amal itu sampai ke mati. Tahu lah kita? Kada tahu.
Allah menghendaki kita jangan merasa tenang, orang-orang ahli surga dimudahkan bagi dia beamalan surga, itu kita syukuri tapi jangan membuat aman karna apakah sampai ka mati atau umur 60 banakal karna ada kesempatan, banyak orang umur 40 adil, lagi 30 adil kitab di tangan, pas sudah umur 60 jadi pambakal lain kelakuan.
Jangan merasa aman siapa tahu pas ada kesempatan ubah, ...* Ke pengajian jarang lagi talihat, sekali turun ke pengajian membawa kamera sen ganalan, bearti orang itu beubah, maka jar Nabi sampai ke mati kuncinya, jadi kita takutan dengan ketetapan Allah ini.
Takutan melulu jangan jua kina putus asa, gembira melulu jangan jua kina tergelincir
Apabila diciptakan dia untuk surga dimudahkan bagi dia amalan surga seperti taat dan ikhlas (taat dan ikhlas itu sepaket tidak mau dipisah; sembahyang disitu ada ikhlas, puasa disitu ada ikhlas.
Kada kawa dipisahkan. Allah tu kada menerima apabila ikhlas itu kadada, sedekah baik ada ikhlasnya disitu.
Apa garang tujuan besedekah? Apa garang tujuannya sembahyang? Sembahyang sudah, sedekah sudah, ikhlas kadada apa-apa, sembahyang gugur, semuaan gugur.
Jadi jar Nabi "Siapa yang diciptakan untuk azab (diciptakan bagi neraka) maka dimudahkan bagi dia beramalan-amalan neraka"
Ada yang sembahyang minta tangguh pada penyambahyang, ada yang puasa dibuat di status sosial media aku puasa tahuan orang sekampungan pada inya puasa.
Habis dah kadada lagi di akhirat di dunia sudah dihabisakan. Apabila kita berbuat baik tapi disertai tadi maka baiknya kadada lagi, artinya kita bukan orang yang dimudahkan berbuat taat tapi sebaliknya orang yang dimudahkan berbuat maksiat, bila orang dimudahkan berbuat maksiat itu alamat dia diciptakan oleh Allah untuk menghuni neraka
Imam Asy-Sadzili tokoh sufi yang terkenal dalam do'a Beliau ;
اللَّهُمَّ يَسِّرْ وَلَا تُعَسِّرْ
Wahai Tuhan yang memudahkan tiap-tiap yang sulit, memudahkan yang sulit atas Engkau itu mudah, mudahkan atasku tiap-tiap yang sulit
Sulit kita beribadah, mudahkan ya Allah, karena orang yang mudah berbuat ibadah itu adalah tanda dia min ahli riyadhil-jannah
Sesudah kita ini diberi Allah kemudahan berbuat taat, nyaman berbuat taat; ada satu kita minta kepada Allah: "Ya Allah tutuplah hidupku dengan Husnul khatimah"
Artinya apa? Artinya kemudahan selama ini berbuat taat, kemudahan zikrullah selama ini, kemudahan salawat selama ini, itu sampai wafat
Khawatirnya kita di tengah jalan stop atau di tengah jalan bakurang, jadi hidup kita bebulik-bebulik memandang kita selama ini mudah berbuat taat, nyama hati syukur kepada Allah, amun sampai mati kaya ini kelakuanku jangan-jangan kina aku benakal sampai ke tuha; takutan pulang. Takut dan Raja'/harap
Dalam keseharian kita sediakan waktu untuk mengumpulkan antara takut dan Raja' ini, kenapa?
Takut laksana sayap yang sebelah Raja' bagaikan sayap yang sebelahnya, apabila kita pakaikan kedua-duanya sayap itu berkepak, bila kita pakai keduanya roh kita terbang ke hadirat Allah SWT
Imbah sembahyang kita kumpulkan takut dan harap ini
"Hamba takut ya Allah hamba mati kada membawa iman, Hamba berharap mati membawa iman ya Allah"
Bila kita bisa macam itu kita punya pengetahuan terbang ke hadirat Allah SWT
Manusia itu mesti di tengah-tengah antara takutan dan harapan
Dia kada tahu ujung hidupnya kaya apa, orang yang membawa iman waktu mati itu orang yang selama hidup takut kalau mati kada membawa iman Bila kada takutan mati kada membawa iman ini berarti bakal mati kada membawa iman
Barang siapa yang takutan dari mati kada membawa iman , takutan kalo Allah murka, itu alamat dia menjauh dari apa-apa yang dimurkai Allah seperti dusta, bekisah-kisah ibadah. Orang yang takut dia menjauh dari kemurkaan Allah
Siapa yang berharap Rahmat Allah dia mendekat daripada Rahmat Allah
Kita kumpulkan 2 perkara ini
Takut dan harap
Takut mati kada membawa iman, lalu disitu timbul harapan berdoa kepada Allah ya Allah matikan hamba membawa iman, nah ini Allah suka
Majelis Ta'lim Nurul Muhibbien - Balangan
Malam Rabu, 2 Juni 2026
(Sugian Ilmi - Panglima Balai)
Baca juga :
Catatan Pengajian Majelis Ta'lim Nurul Muhibbin Balangan Malam Rabu, 19 Mei 2026
Catatan Pengajian Majelis Ta'lim Nurul Muhibbin Balangan Malam Rabu, 12 Mei 2026
Sebelum Tesis Kiai Imad menyerang - Ust. Ismael Al Kholilie
Ketika Orang Afrika masuk Islam hanya karena memandang Habib Umar
Jangan Menjadi Pendendam, Maafkan Orang Yang Meminta Maaf Padamu
Ijazah Dzikir Yang Menyamai 72.000 Kali Bacaan Tahlil
Tiga Hal Mengerikan yang Telah Dilewati oleh Orang yang Wafat
6 PERKARA YANG DAPAT MENGGEROGOTI AMAL KEBAIKAN
Kumpulan Kalam Habib Umar bin Hafidz
Pesan Habib Umar bin Hafidz di Haul Solo - Podcast Deddy Corbuzier
Melatih Anak agar Berpikir Cerdas
Ijazah Dzikir Yang Menyamai 72.000 Kali Bacaan Tahlil
Jangan Menjadi Pendendam, Maafkan Orang Yang Meminta Maaf Padamu
Etika-etika dalam berbicara yang harus diperhatikan
Membedah Kitab terbaru Kiai Imad - Ust. Ismael Al Kholilie
Niat Nikah dan Anjuran menikah dan berketurunan
Sejarah uang kertas ternyata cukup panjang
Subscribe Channel YouTube Resmi Majelis Ta'lim Nurul Muhibbin Barabai - Balangan
Follow Instagram :
@232nmtv @alwafa_id @habibomarcom @majelis_almuwasholah @ismaelalkholilie @ibrahim.alkhalilie